Dadang Kriswanto

Business Analyst

System Analyst

Project Manager

Tech Enthusiast

0

No products in the cart.

Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto

Business Analyst

System Analyst

Project Manager

Tech Enthusiast

Site Visit and Feasibility Study

  • Created By: Dadang Kriswanto
  • Date: 05/01/2025
  • Categories: Content

Sebelum mengembangkan Project Custom, penting untuk memastikan bahwa proyek ini layak secara teknis, finansial, dan operasional. Feasibility Study (FS) berfungsi sebagai panduan dalam mengidentifikasi potensi hambatan, kebutuhan teknologi, serta estimasi biaya dan manfaat.

Tanpa FS, proyek berisiko mengalami ketidaksesuaian teknologi, biaya membengkak, atau bahkan kegagalan implementasi. FS memastikan bahwa semua aspek—dari kapabilitas hardware/software, integrasi sistem, hingga ROI—telah dianalisis sebelum investasi besar dilakukan.

Dengan FS, keputusan berbasis data dapat diambil, risiko diminimalkan, dan peluang keberhasilan proyek meningkat secara signifikan.

1. Perencanaan Awal

Tentukan tujuan studi – Evaluasi kelayakan teknis, biaya, dan manfaat.
Bentuk tim survey – Project Manager, System Analyst, Embedded Engineer, Business Analyst.
Susun checklist site visit – Aspek teknis, operasional, bisnis, dan infrastruktur.

2. Pelaksanaan Site Visit

Persiapan – Kumpulkan data awal, koordinasi dengan stakeholder, siapkan alat survey.
Eksekusi

  • Observasi kondisi robot (hardware & software).
  • Uji integrasi sistem (SSH, SDK, API).
  • Wawancara pengguna & teknisi untuk identifikasi kendala.

Analisis data – Klasifikasikan temuan: masalah teknis, kelebihan/kekurangan, peluang pengembangan.

3. Penyusunan Feasibility Study

Executive Summary – Latar belakang, tujuan, dan metodologi studi.
Analisis Teknis – Kondisi robot, kompatibilitas sistem, performa.
Analisis Operasional – Infrastruktur, maintenance, keamanan.
Analisis Bisnis – Biaya pengembangan, ROI, potensi pasar.
Rekomendasi – Kesimpulan kelayakan, langkah selanjutnya (pengembangan atau revisi roadmap).

4. Tools yang Dibutuhkan

📌 Google Docs/Word (laporan), Excel (estimasi biaya), JIRA/Trello (tracking), GitHub (dokumentasi teknis).

5. Kesimpulan

Feasibility Study memastikan proyek berjalan dengan arah yang jelas, berbasis data, dan menghindari risiko kegagalan. Jika hasil analisis menunjukkan proyek layak, pengembangan bisa dilanjutkan. Jika tidak, perlu dilakukan revisi atau alternatif solusi sebelum investasi besar dilakukan.

Dalam kasus pengembangan Robot Pepper, FS diperlukan untuk menilai:
Kemampuan hardware dan software saat ini – apakah memadai atau perlu peningkatan?
Integrasi dengan sistem lain – apakah dapat dihubungkan dengan database karyawan dan teknologi pengenalan wajah?
Estimasi biaya dan ROI – apakah investasi yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang diperoleh?
Kesiapan operasional – apakah tim memiliki kompetensi yang cukup untuk mengelola dan mengembangkan sistem ini?

Dengan melakukan Feasibility Study, risiko proyek dapat diminimalkan, keputusan bisnis menjadi lebih terarah, dan peluang keberhasilan implementasi meningkat. Sebuah proyek yang dirancang dengan persiapan matang akan lebih efisien dan memberikan hasil yang optimal.