Dadang Kriswanto

Business Analyst

System Analyst

Project Manager

Tech Enthusiast

0

No products in the cart.

Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto

Business Analyst

System Analyst

Project Manager

Tech Enthusiast

Blog Post

Apa Itu System Analyst? Peran, Jobdesc, dan Skill yang Dibutuhkan

February 2, 2026 System Analysis, Uncategorized
System Analyst bekerja menjembatani kebutuhan bisnis dan solusi teknis

Pendahuluan

System Analyst adalah salah satu peran krusial dalam pengembangan perangkat lunak. Posisi ini menjembatani kebutuhan bisnis dan solusi teknis, memastikan sistem yang dibangun benar-benar menjawab masalah pengguna.

Jobdesc System Analyst

Secara umum, jobdesc seorang System Analyst mencakup 4 tahapan utama:

  1. Investigasi
  1. Analisis
  1. Desain
  1. Implementasi

Skill yang Dibutuhkan

Technical Skills

  • Memahami
  • Mampu membuat
  • Familiar dengan
  • Memahami konsep

Soft Skills

  • Problem-solving
  • Komunikasi
  • Analytical thinking
  • Attention to detail

Perbedaan SA dengan Peran Lain

Contoh: Alur Kerja System Analyst dalam Proyek

Berikut contoh alur kerja SA dalam sebuah proyek pengembangan sistem e-commerce:

flowchart TD
    A(["Kick-off Meeting"]) --> B["Investigasi: Interview Stakeholder"]
    B --> C["Analisis: Identifikasi Pain Point & Gap"]
    C --> D{"Feasibility OK?"}
    D -->|Ya| E["Desain: Buat SRS & Wireframe"]
    D -->|Tidak| F["Revisi Scope"]
    F --> C
    E --> G["Review dengan PM & Developer"]
    G --> H{"Approved?"}
    H -->|Ya| I["Implementasi: Handoff ke Dev Team"]
    H -->|Tidak| J["Revisi Desain"]
    J --> E
    I --> K["UAT & Validasi"]
    K --> L(["Go Live"])

Contoh: Interaksi SA dengan Tim (Sequence Diagram)

Bagaimana seorang SA berinteraksi dengan berbagai pihak dalam satu sprint:

sequenceDiagram
    participant Client
    participant SA as System Analyst
    participant PM as Product Manager
    participant Dev as Developer
    participant QA

    Client->>SA: Sampaikan kebutuhan fitur baru
    SA->>SA: Analisis & buat user story
    SA->>PM: Review user story & prioritas
    PM-->>SA: Approved, masuk sprint
    SA->>Dev: Handoff SRS + wireframe
    Dev->>SA: Klarifikasi logic bisnis
    SA-->>Dev: Jelaskan decision tree
    Dev->>QA: Build selesai, siap testing
    QA->>SA: Bug ditemukan, minta validasi
    SA-->>QA: Confirmed bug, buat tiket
    QA->>Client: UAT ready
    Client-->>SA: Feedback & sign-off

Kesimpulan

System Analyst bukan sekadar "penghubung" antara bisnis dan teknis. Peran ini menuntut kemampuan berpikir analitis, komunikasi yang kuat, dan pemahaman teknis yang mendalam untuk menghasilkan solusi sistem yang tepat guna.

Ditulis oleh Dadang Kriswanto — System Analyst & Blogger di dadang.kriswanto.my.id

Tags:
Write a comment