Dadang Kriswanto

Business Analyst

System Analyst

Project Manager

Tech Enthusiast

0

No products in the cart.

Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto

Business Analyst

System Analyst

Project Manager

Tech Enthusiast

Blog Post

Dokumen Wajib System Analyst: PRD, SRS, SDD, SOW, dan Feasibility Study

February 7, 2026 Documentation, Uncategorized
Dokumentasi yang baik adalah fondasi proyek yang sukses

Pendahuluan

Sebagai System Analyst, kemampuan membuat dokumentasi yang baik sama pentingnya dengan kemampuan teknis. Dokumentasi adalah "bahasa" yang menghubungkan ide, kebutuhan bisnis, dan implementasi teknis.

1. Product Requirements Document (PRD)

PRD adalah dokumen yang mendeskripsikan produk yang akan dibangun. System Analyst membantu Product Manager dalam detailing:

  • Background
  • Objective
  • Scope
  • User Stories

2. Software Requirement Specification (SRS)

SRS menjelaskan apa yang diinginkan client dan apa yang dapat disediakan vendor. Dokumen ini mencakup:

  • Project overview
  • Tujuan software
  • Deskripsi software secara keseluruhan
  • Berbagai fungsionalitas dalam sistem
  • Performa software di tahap production
  • Kebutuhan non-fungsional
  • External interfaces
  • Batasan desain
SRS sering dianggap sebagai perjanjian tertulis antara client dan development team.

3. Software Design Document (SDD)

SDD menggambarkan arsitektur produk secara keseluruhan. Komponen utamanya:

  1. Introduction
  1. System Overview
  1. Design Considerations
  1. Architectural Strategies
  1. System Architecture
  1. Detailed System Design
  1. Glossary

4. Scope of Work (SOW)

SOW mendefinisikan batasan pekerjaan yang akan dilakukan. Biasanya mencakup:

  • Deliverables yang akan diserahkan
  • Timeline pelaksanaan
  • Milestone dan acceptance criteria
  • Tanggung jawab masing-masing pihak

5. Tech Concept

System Analyst membantu PM menyusun proposal dengan membuat desain tech concept:

  1. Membuat
  1. Membuat
  1. Membuat

6. Feasibility Study

Studi kelayakan yang mempertimbangkan faktor ekonomi, hukum, teknis, dan waktu.

Tahapan:

  1. Pengumpulan data dan informasi
  1. Pemrosesan data secara terstruktur
  1. Analisis parameter kelayakan
  1. Pengambilan keputusan
  1. Pemberian saran kepada bagian terkait

Contoh: Alur Pembuatan Dokumen dalam Proyek

Berikut contoh bagaimana dokumen-dokumen saling terhubung dalam satu siklus proyek:

flowchart LR
    subgraph Discovery
        FS["Feasibility Study"]
    end

    subgraph Planning
        PRD["PRD"]
        SOW["SOW"]
    end

    subgraph Analysis
        SRS["SRS"]
        TC["Tech Concept"]
    end

    subgraph Design
        SDD["SDD"]
        WF["Wireframe"]
    end

    subgraph Testing
        UAT["UAT Docs"]
        TESTCASE["Test Case"]
    end

    FS --> PRD
    FS --> SOW
    PRD --> SRS
    SOW --> SRS
    SRS --> TC
    TC --> SDD
    TC --> WF
    SDD --> UAT
    WF --> TESTCASE
    UAT --> TESTCASE

Contoh: Sequence Diagram dari SRS ke Implementasi

Bagaimana SRS diterjemahkan menjadi implementasi melalui kolaborasi tim:

sequenceDiagram
    participant Client
    participant SA as System Analyst
    participant PM as Product Manager
    participant UX as UX Designer
    participant Dev as Developer
    participant QA

    Client->>SA: Requirement interview
    SA->>SA: Draft SRS
    SA->>PM: Review SRS
    PM-->>SA: Feedback & approval
    SA->>UX: Handoff SRS untuk wireframe
    UX-->>SA: Wireframe ready
    SA->>SA: Draft SDD berdasarkan SRS + wireframe
    SA->>Dev: Handoff SDD + wireframe
    Dev->>Dev: Development
    Dev->>QA: Build ready
    QA->>SA: Validasi test case vs SRS
    SA-->>QA: Approved
    QA->>Client: UAT
    Client-->>PM: Sign-off

Alur Dokumentasi dalam SDLC

  1. Discovery
  1. Planning
  1. Analysis
  1. Design
  1. Testing

Ditulis oleh Dadang Kriswanto — System Analyst & Blogger di dadang.kriswanto.my.id

Tags:
Write a comment