Dadang Kriswanto

Business Analyst

System Analyst

Project Manager

Tech Enthusiast

0

No products in the cart.

Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto

Business Analyst

System Analyst

Project Manager

Tech Enthusiast

Blog Post

Panduan Praktis User Story Mapping untuk System Analyst

February 4, 2026 System Analysis, Uncategorized
Memetakan user story dengan sticky notes dan whiteboard

Apa Itu User Story?

User Story adalah komponen vital dalam setiap tahap pengembangan produk. Format dasarnya:

As a <role>, I want to <goal> so that <benefit>

User story memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Manfaat User Story Mapping

  1. Identify each step
  1. Visualize & manage
  1. Easy to brainstorm

Step-by-Step Menyusun User Story Map

Step 1: Interview with User

Gali informasi berikut dari pengguna:

  • Existing system/condition saat ini
  • Pain point
  • User yang terlibat dalam proses
  • Expected solution dari sisi user
  • Expected benefit yang diharapkan

Step 2: Describe User Persona

Buat profil representatif dari pengguna utama. Persona membantu tim memahami siapa yang akan menggunakan sistem.

Step 3: Describe User Story ke Story Map

Petakan setiap user story ke dalam story map. Urutkan berdasarkan user activity dari kiri ke kanan, dan prioritas dari atas ke bawah.

Step 4: Describe Pain Point

Pain point mengacu pada masalah spesifik yang dialami pengguna. Contoh:

Ketika pelanggan menggunakan platform e-commerce dan proses checkout lambat, mereka mungkin akan berhenti dan beralih ke layanan lain.

Step 5: Describe User Activity

Petakan langkah demi langkah aktivitas user untuk bahan membuat stage di user journey/flow.

User Flow vs User Journey Map

Contoh: User Story Map untuk Sistem E-Commerce

Berikut visualisasi user story map untuk fitur checkout pada platform e-commerce:

flowchart LR
    subgraph Activities["User Activities"]
        A1["Browse Produk"] --> A2["Tambah ke Keranjang"]
        A2 --> A3["Checkout"]
        A3 --> A4["Pembayaran"]
        A4 --> A5["Konfirmasi"]
    end

    subgraph Stories["User Stories - Priority 1"]
        A1 --- S1["Cari produk by kategori"]
        A1 --- S2["Filter harga"]
        A2 --- S3["Update qty di keranjang"]
        A3 --- S4["Isi alamat pengiriman"]
        A3 --- S5["Pilih kurir"]
        A4 --- S6["Bayar via transfer bank"]
        A5 --- S7["Terima email konfirmasi"]
    end

    subgraph Backlog["User Stories - Priority 2"]
        A1 --- B1["Wishlist produk"]
        A2 --- B2["Simpan keranjang"]
        A4 --- B3["Bayar via e-wallet"]
        A4 --- B4["Bayar via credit card"]
        A5 --- B5["Track pengiriman"]
    end

Contoh: User Journey Map (Flowchart)

Visualisasi perjalanan pengguna dari pertama kali masuk hingga menjadi pelanggan loyal:

flowchart TD
    Start(["User Baru"]) --> A["Awareness: Lihat iklan di social media"]
    A --> B["Consideration: Kunjungi website"]
    B --> C{"Tertarik?"}
    C -->|Ya| D["Action: Daftar akun"]
    C -->|Tidak| E["Bounce: Tinggalkan website"]
    D --> F["First Purchase: Checkout pertama"]
    F --> G{"Pengalaman baik?"}
    G -->|Ya| H["Retention: Repeat order"]
    G -->|Tidak| I["Churn: Komplain / uninstall"]
    I --> J["Recovery: CS follow-up"]
    J --> G
    H --> K["Advocacy: Referral ke teman"]
    K --> L(["Loyal Customer"])

Tips dari Pengalaman Pribadi

  • Selalu lakukan interview langsung, jangan hanya mengandalkan dokumen
  • Gunakan tools seperti
  • Validasi story map dengan stakeholder sebelum masuk ke development

Ditulis oleh Dadang Kriswanto — System Analyst & Blogger di dadang.kriswanto.my.id

Tags:
Write a comment