Dadang Kriswanto

Business Analyst

System Analyst

Project Manager

Tech Enthusiast

0

No products in the cart.

Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto
Dadang Kriswanto

Business Analyst

System Analyst

Project Manager

Tech Enthusiast

Blog Post

Studi Kasus: Merancang Sistem IT Terintegrasi untuk Perusahaan Daerah

February 9, 2026 Case Study, Uncategorized
Server room — infrastruktur on-premise untuk sistem terintegrasi

Pendahuluan

Merancang sistem IT terintegrasi untuk perusahaan daerah memiliki tantangan tersendiri: banyak modul yang harus saling terhubung, user yang beragam, dan kebutuhan deployment on-premise. Artikel ini membagikan pengalaman merancang sistem semacam ini dari perspektif System Analyst.

Konteks Proyek

Sebuah perusahaan daerah membutuhkan sistem IT terintegrasi yang mencakup operasional harian hingga pelaporan manajemen. Pengembangan dibagi menjadi 3 fase.

Fase 1: Operasional & Pelanggan

Modul-modul inti yang langsung bersentuhan dengan operasional:

  • Bacameter — Mobile app (Android) untuk 10 petugas lapangan + web dashboard supervisor
  • Billing — Pengelolaan tagihan berbasis data bacameter
  • CRM (Hubungan Pelanggan) — Diakses oleh 31.000 pelanggan (200 aktif harian)
  • Loket — Web app untuk 2 petugas pembayaran
  • Litbang (Survey) — Dashboard untuk tim survey lapangan
  • Perawatan — Manajemen jadwal maintenance infrastruktur

Fase 2: Manajemen & Logistik

  • Dashboard Direktur — Summary laporan keuangan dan operasional
  • Distribusi/Logistik — Pengelolaan supply chain
  • Gudang — Inventaris dan purchase order
  • Keuangan — Jurnal umum dan rekapitulasi
  • Operasional — Logbook harian

Fase 3: Pendukung

  • Akuntansi — Jurnal, buku besar, laporan keuangan
  • Humas — Surat menyurat dan pengaduan
  • Customer Service — Pelaporan dan web GIS

Arsitektur Sistem

Pendekatan arsitektur yang digunakan:

  • Setiap modul berjalan sebagai Docker container independen
  • Semua container mengakses satu central RDBMS
  • Deploy on-premise pada rack server

Estimasi Kebutuhan Komputasi

Contoh: Arsitektur Sistem Terintegrasi (Container Diagram)

Visualisasi bagaimana setiap modul terhubung dalam arsitektur Docker on-premise:

flowchart TD
    subgraph Server["Rack Server On-Premise"]
        subgraph Fase1["Fase 1: Operasional"]
            BACA["BacameternMobile + Web"]
            BILL["Billing"]
            CRM["CRMn31K pelanggan"]
            LOKET["LoketnWeb App"]
            SURVEY["LitbangnSurvey"]
            MAINT["Perawatan"]
        end

        subgraph Fase2["Fase 2: Manajemen"]
            DASH["Dashboard Direktur"]
            DIST["Distribusi"]
            GDG["Gudang"]
            KEU["Keuangan"]
            OPS["Operasional"]
        end

        subgraph Fase3["Fase 3: Pendukung"]
            AKT["Akuntansi"]
            HUMAS["Humas"]
            CS["Customer Servicen+ Web GIS"]
        end

        DB[("CentralnRDBMS")]
    end

    BACA --> DB
    BILL --> DB
    CRM --> DB
    LOKET --> DB
    SURVEY --> DB
    MAINT --> DB
    DASH --> DB
    DIST --> DB
    GDG --> DB
    KEU --> DB
    OPS --> DB
    AKT --> DB
    HUMAS --> DB
    CS --> DB

Contoh: Alur Bisnis Modul Bacameter (Sequence Diagram)

Bagaimana data mengalir dari petugas lapangan hingga menjadi tagihan:

sequenceDiagram
    participant Petugas as Petugas Lapangan
    participant App as Mobile App
    participant API as API Server
    participant DB as Database
    participant Billing as Modul Billing
    participant Supervisor

    Petugas->>App: Input angka meter + foto
    App->>App: Validasi GPS & timestamp
    App->>API: POST /bacameter/reading
    API->>DB: INSERT reading data
    DB-->>API: OK
    API-->>App: Sync berhasil

    API->>Billing: Trigger kalkulasi tagihan
    Billing->>DB: Hitung selisih pemakaian
    Billing->>DB: Generate tagihan bulan ini
    Billing-->>API: Tagihan created

    Supervisor->>API: GET /bacameter/dashboard
    API->>DB: Query ringkasan harian
    DB-->>API: Data summary
    API-->>Supervisor: Dashboard petugas + coverage

Pelajaran yang Didapat

  1. Fase-based delivery membantu mengelola ekspektasi klien
  2. Flowchart per modul wajib dibuat sebelum development dimulai
  3. C4 diagram sangat efektif untuk komunikasi arsitektur ke non-teknis
  4. SLA yang jelas (response 4 jam, critical fix 24 jam, uptime 99%) mencegah konflik

Ditulis oleh Dadang Kriswanto — System Analyst & Blogger di dadang.kriswanto.my.id

Baca Juga

Tags:
Write a comment